DPR PAPUA PEGUNUNGAN DESAK PEMERINTAH PROVINSI SEGERA TANGANI KERUSAKAN JALAN AKIBAT LONGSOR DI RUAS WAMENA–TIOM DAN WAMENA–TOLIKARA

Wamena, 17 Maret 2026 – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, kondisi infrastruktur jalan di wilayah Papua Pegunungan, khususnya pada ruas Wamena–Tiom dan Wamena–Tolikara, mengalami kerusakan akibat tanah longsor. Kerusakan tersebut berdampak pada terganggunya akses transportasi masyarakat serta distribusi barang kebutuhan pokok ke sejumlah wilayah.

Terius Yigibalom,SH Wakil Ketua II DPR Papua Pegunungan sedang diwawancarai Awak Media
(Dok Cepos Papua)

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Papua Pegunungan (DPRP) melalui Wakil Ketua II, Terius Yigibalom,SH, menyampaikan desakan kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera melakukan langkah penanganan darurat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan peninjauan langsung di lokasi terdampak longsor bersama Ketua Komisi V (lima) DPR Papua Pegunungan Ironi Kogoya, S.AP.

“Kerusakan jalan ini sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terlebih menjelang Hari Raya Idul Fitri di mana mobilitas dan distribusi logistik meningkat. Kami mendesak agar pemerintah provinsi segera mengambil langkah cepat melalui perbaikan darurat,” ujar Terius Yigibalom.

Peninjauan lokasi longsor oleh DPR Papua Pegunungan (Dok Istimewa)

Lebih lanjut, DPR Papua Pegunungan menilai bahwa keterlambatan penanganan akan berpotensi menghambat arus barang dan jasa, serta memperburuk kondisi ekonomi masyarakat di wilayah terdampak, khususnya daerah yang bergantung pada akses jalan darat sebagai jalur utama distribusi.

DPR Papua Pegunungan juga meminta agar perangkat daerah teknis segera mengerahkan alat berat dan personel ke lokasi guna membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor, serta melakukan langkah antisipatif untuk mencegah terjadinya longsor susulan.

Sebagai lembaga representasi rakyat di daerah, DPR Papua Pegunungan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan infrastruktur strategis demi menjamin kelancaran aktivitas masyarakat dan stabilitas distribusi kebutuhan pokok, khususnya dalam momentum hari besar keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *